623 M ISLAM MASUK DI TANAH WANDAN

(Tulisan I Dari Diskusi Sejarah Masuknya Islam di Tanah Wandan)

10 Tahun sebelum Rasulullah Muhammad SAW wafat, atau antara Tahun 623-622  Masehi seorang Putri Wandan diIslamkan. Bahkan dipercaya yang mengIslamkan Putri itu,  adalah sahabat Nabi, Abubakar Ash-Shiddiq.

Oleh : Tim Penyusun

Sejarah penyebaran agama Islam di Indonesia, disebutkan tidak terlepas dari hubungan dagang antara masyarakat Indonesia dengan para pedagang asal Arab. Begitu pula di Maluku. Beberapa daerah di provinsi para raja-raja  ini, Islam diprediksi dibawah langsung para pedagang.  Sebut misalnya,  Jazirah Leihitu dan  Kepulauan Seram. Tak sedikit juga yang mengklaim Islam pertama kali di Maluku berasal dari daerah mereka.

Berbeda dengan masyarakat Wandan (Banda Neira, saat ini). Mereka meyakini, Islam masuk di Maluku, berawal dari Kepulauan Banda. Konon, di Tahun 623 M, seorang ulama asal Arab datang ke tanah Wandan menyiarkan agama Islam (berdakwah). Ulama itu diyakini hingga kini sebagai sahabat Nabi Muhammad SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq.  Demikian juga ulama Salman Al-Farizi pada tahun 625 berdakwah di Perlak Aceh Timur, yang kemudian kembali ke Madinah pada tahun 626.

Tuan Abubakar –sebutan masyarakat Wandan – saat berdakwah di kepulauan Wandan, mengIslamkan pertama kali seorang Putri Wandan yang beragama Hindu bernama Arwan atau Mboire Funo Nduano artinya pemilik kampong Wandan (Tuan Tanah). Saat diIslamkan, putri ini kemudian diberi nama Minkum.

Dra Hj Ien Z Rery, dalam diskusi terbatas Sejarah Masuknya Islam di Tanah Wandan di Lee Green Hotel, 24 Agustus 2019 mengungkapkan, Oyang Arwan (Oyang/sebutan bagi leluhur)  di Islamkan di bibir Pantai Nusuraja Kepulauan Banda. Saat ini, tempat tersebut telah dibangun prasasti oleh Almarhum Haji Hamzah  Mimza Rery  bersama anak dan cucu-cucunya, Ismail Uar, Mbali Rery dan H Achmad Kubangun.

“Dan batu tempat Oyang Minkum diIslamkan itu, berada tepat di bibir pantai dan hingga kini masih ada,” ungkapnya.

Mboire Funo Nduan merupakan putri yang tinggal di Batu Kalalaka, saudara laki-lakinya bernama Capati Lewatala yang dalam Bahasa Wandan disebut Fokorndan Nduan (putra Tanah Wandan). Setelah di Islamkan, Tuanku Abubakar langsung mempersunting Oyang Minkum. Menurut catatan, berkat karamah yang diberikan Allah SWT kepada Abubakar Ash-Shiddiq, sehingga dalam waktu yang bersamaan Dia kemudian mengIslamkan secara massal warga Wandan di Pantai Nusuraja, termasuk beberapa keponakan Oyang Minkum yang kemudian menjadi ulama dan raja di Negeri Wandan.

Diceritakan mantan Penjabat Bupati Maluku Tenggara ini, keempat raja atau ulama yang biasa disebut Rat At (Empat Raja) merupakan cucu dari saudara laki-laki Oyang Minkum yang bernama Oyang Tol Mboi Fati (Raja Laut). Tol Mboifati memiliki lima orang anak, dan salah seorang adalah perempuan bernama Putri Liarut. Putri Liarut memiliki empat orang putra dari hasil perkawinannya dengan Oyang Tandengar atau Wal Molo yang berasal dari  Wai Ndener.

Keempat anaknya itulah yang kemudian menjadi ulama besar yang dikenal sebagai Rat At (Raja Empat) di Kepulauan Banda. Mereka masing-masing, Ratu Iyaka Salamun, Laingwar, Mboisili Lawataka, dan Laklei Rosinggin. Keempat raja ini masing-masing berkuasa; Ratu Iyaka Salamun berkuasa di wilayah Salamun dan sekitarnya, Ratu Laingwaer berkuasa di wilayah Waer Ndener, Ratu Mboisili Lawataka di Wilayah Neira dan Ratu Laklei Rosonggin di Wilayah Rosonggin dan sekitarnya.

Keempat raja ini tidak bisa dilepaspisahkan dengan seorang tokoh lainnya yang bernama Fira Ra Wair Ndener. Mereka inilah yang kemudian  memiliki peran besar untuk penyebaran Islam di kepulauan Banda dan beberapa daerah lain di Provinsi Maluku, pasca kembalinya Tuan Abubakar ke Mekkah.

Sementara perkawinan Syaidina Abubakar Ash-Shiddiq dengan Oyang Minkum, melahirkan dua putra dan seorang putri yang kemudian dikenal dengan sebutan Lebe Tel (Tiga Imam). Ketiganya bernama Oyang Jummat, Oyang Mboidatu Pase, dan seorang putri  bernama Oyang Mboisiti. “Ini versi orangtua-tua kami,” tambah Hj Ien.

Dari cerita rakyat yang diperoleh, ketiga anak atau juriat dari Tuan Abubakar ini,  hilang secara misterius. Oyang Jummat dan Oyang Mboidatu Pase dalam cerita rakyat, menghilang saat melakukan khotbah salat Jumat. Sementara saudara perempuannya juga menghilang saat memimpin salat bersama murid-murid perempuannya. Hanya saja, banyak yang menyebutkan, kata “menghilang”  merupakan bahasa khiasan yang disampaikan para Leluhur, untuk menyembunyikan juriat Syaidina Abubakar. Tujuannya, agar kelak keturunan ini tidak ‘menyombongkan diri” sebagai keturunan langsung Sahabat Nabi. Atau membeda-bedakan diri mereka dengan masyarakat Wandan lainnya.

Cerita Abubakar Ash-Shiddiq mengIslamkan warga kepulauan Wandan ini juga tertuang dalam onotan atau nyanyian-nyanyian para leluhur berisi syiar-syiar Islam. Diantaranya;

Allahu Tabea Sangra Tuan RAT AT eee

Allahu o Tabea

Tuan ABUBAKAR njakana farau mbim kilito sa na jadiko na kapal jeda ino fa ndonama illa polo-polo Wandan raron illa

Sekalian mancia malaun Wandan sineeee

Faliling Tuan ABUBAKAR ndomu fa ngokatiko sarupan ngene fulan purnama tena bintang matahari.

Famuleri baralimo waktu limosin na mboroti raja nduan firman Allahu ta Allah

Na mbofilako naro RATU AT eee niro hati kafir inooo

Ndonok narotaapi eee fosombolo ndilik kaka wali RATU AT eee

TUAN ABUBAKAR ndonok na war salawat futu at sinooo

Dari onotan ini dapat diartikan secara sederhana bahwa Abubakar Ash-Shiddiq datang ke Tanah Wandan menggunakan Kapal Kulit Kambing lalu berlabuh  di Pelabuhan Tanah Wandan.  Masyarakat melihat Tuan Abubakar dengan cahaya seperti bulan purnama dan bintang yang ada di langit. Tuan Abubakar menggunakan  jubah yang besar. Kedatangan Tuan Abubakar di Banda  untuk mengIslamkan masyarakat dan mengajarkan salat lima waktu lima kepada empat raja dan masyarakat Wandan.

ONOTAN. Ibu-ibu dari Negeri Wandan menyanyikan Onotan, saat diskusi berlangsung.

Di masa Lebe Tel Rat At inilah agama Islam yang disyirakan Tuan Abubakar berkembang dengan pesat. Semua masyarakat Wandan berhasil memeluk agama Islam dan memegang teguh apa yang diajarkan Tuan Abubakar. Setelah Islam besar di Tanah Wandan, Abubakar Ash-Shiddiq kemudian kembali ke Mekkah, dan menitipkan satu jubah besar miliknya yang hingga kini tersimpan di rumah salah satu marga di Desa Banda Ely.

Masyarakat Wandan (Banda Ely, saat ini), sangat meyakini Islam yang berkembang di Tanah Wandan dibawa langsung oleh sahabat Nabi Abubakar  As-Shiddiq. Bukan dibawa para pedagang Arab, sebagaimana beberapa tulisan sejarawan. Usman Thalib dalam bukunya  Islam di Tanah Banda terbitan BPNB Ambon, 2015  menulis, Banda Neira mempersentasikan dirinya sebagai produsen tunggal buah pala, buah yang sangat mahal dan dibutuhkan di berbagai belahan dunia. Konsekuensinya adalah wilayah kepulauan ini menjadi sasaran para pedagang muslim dan para mubaliq yang sambil berdagang juga menyiarkan Islam. Itulah sebabnya para pakar berkesimpulan, bahwa pada kurun pertama tahun hijriah atau abad ke-7 dan ke-8 Islam telah sampai ke Maluku. Namun kemungkinan besar pada masa awal itu Islam hanya dianut oleh para pedagang yang singgah di perairan dan bandar-bandar penting di Maluku, seperti Banda dan Ternate.

“Dari tuturan orangtua-tua kami, Islam masuk di Tanah Wandan dibawah langsung Tuan Abubakar sekira tahun 623 Masehi. Orang tua-tua kami biasanya bilang, Islam masuk itu 10 tahun sebelum Rasulullah meninggal dunia (tahun 632 M),” ungkap Sam Borut, Kepala Bappenda Kabupaten Bursel, dalam diskusi tersebut.

Panelis Saat Diskusi

Cerita rakyat itu ada benarnya. DR Haikal Hasan, dalam sebuah kajiannya,  menyebutkan bahwa Islam masuk ke Indonesia atas perintah Nabi Muhammad SAW kepada para sahabat-sahabatnya untuk menyebar Islam ke seluruh penjuru dunia.  Menurut dia, Islam masuk ke Indonesia pada  kekhalifahan Generasi Terbaik  (Khulafaur Rasyidin) dan bukan melalui jalur perdagangan. Contohnya; Ali bin Abi Thalib, pernah datang dan berdakwah di Garut, Cirebon, Jawa Barat (Tanah Sunda), Indonesia, tahun 625 M.  Ja’far bin Abi Thalib, berdakwah di Jepara, Kerajaan Kalingga, Jawa Tengah (Jawa Dwipa), Indonesia,sekitar tahun 626 M. Ubay bin Ka’ab, berdakwah di Sumatera Barat, Indonesia, kemudian kembali ke Madinah. Sekitar tahun 626 M. Abdullah bin Mas’ud, berdakwah di Aceh Darussalam dan kembali lagi ke Madinah sekitar tahun 626 M. Abdurrahman bin Mu’adz bin Jabal, dan putera-puteranya Mahmud dan Isma’il, berdakwah dan wafat dimakamkan di Barus, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara sekitar tahun 625 M. Akasyah bin Muhsin Al-Usdi, berdakwah di Palembang, Sumatera Selatan dan sebelum Rasulullah Wafat, ia kembali ke Madinah sekitar tahun 623 M. Salman Al-Farisi, berdakwah Ke Perlak, Aceh Timur dan Kembali Ke Madinah.

Untuk itu, masyarakat Banda Ely,  meyakini hingga kini, Islam yang berkembang di Tanah Wandan (Banda Neira) merupakan Islam yang didakwahkan langsung Sahabat Nabi, Abubakar Ash-shiddiq. (*bersambung)

FOTO BERSAMA. Beberapa tokoh Wandan foto bersama saat diskusi.

Benefits of Nutmeg (Biji Pala)

Medicinal Properties

Sedative, stimulant, relaxant, anti inflammatory, antiseptic, bactericide, etc.

Medicinal Benefits

  • Nutmeg oil is potent brain booster, increasing circulation and allowing you to concentrate better. It also works by stimulating the brain and therefore removes mental exhaustion and stress.
  • Nutmeg oil also stimulates the cardiovascular system and therefore is a good tonic for the heart.
  • Nutmeg is an effective liver and kidney detoxifier.
  • Nutmeg powder heated on the pan with sesame oil until brown is an effective external application to relieve any rheumatic pain, neuralgia and sciatica. The oil should be cooled and strained before application. Nutmeg oil is also effective in treating menstrual cramps, muscular and joint pain as it is an excellent sedative.
  • Nutmeg can help clear up congestion due to colds, this is the reason why it is used in many cough syrups.
  • Nutmeg powder (about 5 to 15 grams), mixed with apple juice or banana, is used as a specific remedy for diarrhea caused by indigestion.
  • A regular massage of the abdomen with nutmeg oil, three weeks before delivery is believed to be very helpful for child birth.
  • Nutmeg paste mixed with honey is given to infants who cry at night for no apparent reason, to induce sleep.
  • Nutmeg oil helps in removing bad breath. It is also antiseptic in nature and is effective for toothaches and aching gums.

Known as a popular spice around the world, nutmeg is also popular for its many health benefits. In fact, since ancient times, nutmeg has been used as a remedy for various ailments or to improve health in general. Here are some of the health benefits that nutmeg provides.

1. Brain Tonic

During ancient times, Roman and Greek civilizations used nutmeg as a type of brain tonic. This is because nutmeg can effectively stimulate your brain. As a result, it can help eliminate fatigue and stress. If you are suffering from anxiety or depression, nutmeg may also be a good remedy. Nutmeg can also improve your concentration so you can become more efficient and focused at work or at school.

2. Pain Relief

Nutmeg is also an effective sedative. In fact, nutmeg is a staple in ancient Chinese medicine. The Chinese used the spice to treat inflammation and abdominal pain. Use nutmeg if you are suffering from aching joints, muscle pain, arthritis, sores and other ailments. To relieve the pain, apply nutmeg oil to the affected areas.

3. Indigestion Relief

If you suffer from digestion-related problems like diarrhea, constipation, bloating, flatulence and so on, nutmeg can effectively offer you relief. Nutmeg oil relieves stomachaches by removing the excess gas from your intestines. Nutmeg can also boost your appetite.

4. Bad Breath Treatment

Because of its antibacterial properties, nutmeg can also effectively treat halitosis or bad breath. As you probably know, bad breath is usually caused by a build-up of bacteria in your mouth. Nutmeg can rid your mouth of these bacteria. This is the reason why nutmeg is a common ingredient in many brands of toothpastes. Nutmeg can also be used to treat gum problems and toothaches.

5. Liver and Kidney Detox

Detoxification is an important factor of good health. Diet, pollution, stress, tobacco, medication and other external substances can lead to the build-up of toxins in your organs. The liver and kidney are two of the organs where this toxic build-up usually develops. As a tonic, nutmeg can clean your liver and kidney and remove these toxins. If you are suffering from a liver disease then nutmeg can also be beneficial. Nutmeg is also effective in preventing and dissolving kidney stones. When your liver and kidney are successfully detoxified, they can perform their function better.

6. Skin Care

If skin care is one of your priorities then you might want to incorporate nutmeg into your regimen. Nutmeg can actually help you achieve smoother and healthier skin by helping you treat several skin problems. A scrub made from nutmeg powder and orange lentil powder can help you remove blackheads, a type of acne characterized by pores clogged with excess oil and dead skin cells. If you suffer from acne marks, nutmeg can also help make your scars less noticeable. What you need to do is mix some nutmeg powder with some honey to make a paste, which you will then apply to the acne marks.

7. Sleep Aid

If you have difficulty sleeping at night, drink a cup of milk with some nutmeg powder. This will help you achieve relaxation and will induce sleep.

Benteng Belgica

Benteng Belgica pada awalnya adalah sebuah benteng yang dibangun oleh bangsa Portugis pada abad 16 di Pulau NeiraMaluku. Lama setelah itu, di lokasi benteng Portugis tersebut kemudian dibangun kembali sebuah benteng oleh VOC atas perintah Gubernur Jendral Pieter Both pada tanggal 4 September 1611. Benteng tersebut kemudian diberi nama Fort Belgica, sehingga pada saat itu, terdapat dua buah benteng di Pulau Neira yaitu; Benteng Belgica dan Benteng Nassau. Benteng ini dibangun dengan tujuan untuk menghadapi perlawanan masyarakat Banda yang menentang monopoli perdagangan pala oleh VOC.

Pada tanggal 9 Agustus 1662, benteng ini selesai diperbaiki dan diperbesar sehingga mampu menampung 30 – 40 serdadu yang bertugas untuk menjaga benteng tersebut.

Kemudian pada tahun 1669, benteng yang telah diperbaiki tersebut dirobohkan, dan sebagian bahan bangunannya digunakan untuk membangun kembali sebuah benteng di lokasi yang sama. Pembangunan kali ini dilaksanakan atas perintah Cornelis Speelman. Seorang insinyur bernama Adriaan Leeuw ditugaskan untuk merancang dan mengawasi pembangunan benteng yang menelan biaya sangat besar ini. Selain menelan biaya yang sangat besar (309.802,15 Gulden), perbaikan kali ini juga memakan waktu yang lama untuk meratakan bukit guna membuat fondasi benteng yaitu sekitar 19 bulan. Biaya yang besar tersebut juga disebabkan karena banyak yang dikorupsi oleh mereka yang terlibat dalam perbaikan benteng ini. Akhirnya benteng ini selesai pada tahun 1672.

Sepuluh tahun kemudian komisaris Robertus Padbrugge ditugaskan untuk memeriksa pembukuan pekerjaan tersebut, tetapi ia tidak berhasil dalam tugasnya tersebut. Hal ini dikarenakan banyak tuan tanah yang beranggapan bahwa biaya tersebut tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan hasilnya, sebuah benteng yang hebat dan mengagumkan. Karena hal tersebut, Padbrugge menghentikan penyelidikannya.

Walaupun benteng tersebut dikatakan sangat hebat dan mengagumkan, tetapi masalah bagaimana untuk mencukupi kebutuhan air dalam benteng masih juga belum terpecahkan. Setelah menimbang-nimbang apakah akan menggali sebuah sumur atau membuat sebuah bak penampungan air yang besar atau membuat empat buah bak penampungan air yang lebih kecil, akhirnya diputuskan untuk menggali sebuah sumur di dekat benteng dan menghubungkannya dengan sebuah bak penampung air berbentuk oval yang dibuat di tengah halaman dalam benteng.

Pada tahun 1795, benteng ini dipugar oleh Francois van Boeckholtz—Gubernur Banda yang terakhir. Pemugaran ini dilaksanakan juga di beberapa benteng-benteng lain sebagai persiapan untuk menghadapi serangan Inggris. Satu tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 8 Maret 1796, benteng Belgica diserang dan berhasil direbut oleh pasukan Inggris. Dengan jatuhnya benteng ini, Inggris dengan mudah dapat menguasai Banda. Pada tahun 1803 dilaporkan, setiap kali ada satu kapal yang berlabuh, diadakan upacara band militer setiap jam 5 pagi dan jam 8 malam di benteng Belgica dan Nassau. Setiap hari Kamis dan Senin dilakukan pawai militer pada jam 6.30 pagi. Pergantian jaga dilakukan setiap pagi, siang dan malam pada kedua benteng tersebut, sehingga hampir setiap jam masyarakat yang tinggal dekat kedua benteng tersebut dapat melihat parade militer dan mendengarkan musik dari band militer. Benteng Belgica telah dicalonkan untuk menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1995.

Pala (Myristica fragrans)

Pala (Myristica fragrans) merupakan tumbuhan berupa pohon yang berasal dari kepulauan BandaMaluku. Akibat nilainya yang tinggi sebagai rempah-rempahbuah dan biji pala telah menjadi komoditi perdagangan yang penting sejak masa Romawi. Pala disebut-sebut dalam ensiklopedia karya Plinius “Si Tua”. Semenjak zaman eksplorasi Eropa pala tersebar luas di daerah tropika lain seperti Mauritius dan Karibia (Grenada). Istilah pala juga dipakai untuk biji pala yang diperdagangkan.

Tumbuhan ini berumah dua (dioecious) sehingga dikenal pohon jantan dan pohon betina. Daunnya berbentuk elips langsing. Buahnya berbentuk lonjong seperti lemon, berwarna kuning, berdaging dan beraroma khas karena mengandung minyak atsiri pada daging buahnya. Bila masak, kulit dan daging buah membuka dan biji akan terlihat terbungkus fuli yang berwarna merah. Satu buah menghasilkan satu biji berwarna coklat.

Pala dipanen bijisalut bijinya (arillus), dan daging buahnya. Dalam perdagangan, salut biji pala dinamakan fuli, atau dalam bahasa Inggris disebut mace, dalam istilah farmasi disebut myristicae arillus atau macis). Daging buah pala dinamakan myristicae fructus cortex. Panen pertama dilakukan 7 sampai 9 tahun setelah pohonnya ditanam dan mencapai kemampuan produksi maksimum setelah 25 tahun. Tumbuhnya dapat mencapai 20m dan usianya bisa mencapai ratusan tahun.

Sebelum dipasarkan, biji dijemur hingga kering setelah dipisah dari fulinya. Pengeringan ini memakan waktu enam sampai delapan minggu. Bagian dalam biji akan menyusut dalam proses ini dan akan terdengar bila biji digoyangkan. Cangkang biji akan pecah dan bagian dalam biji dijual sebagai pala.

Biji pala mengandung minyak atsiri 7-14%. Bubuk pala dipakai sebagai penyedap untuk roti atau kue, puding, saus, sayuran, dan minuman penyegar (seperti eggnog). Minyaknya juga dipakai sebagai campuran parfum atau sabun.

Banda Neira. Serpihan Surga Di Timurnya Indonesia

Berbicara mengenai destinasi wisata, Indonesia Bagian Timur memang juara nya. Terlebih para wisatawan mengenal betul destinasi-destinasi terbaik seperti Labuan Bajo, Komodo, Ora dan Raja Ampat. Tapi, asal kamu tau, ada lagi surga tersembunyi yang sebanding dengan destinasi yang telah disebutkan sebelumnya. Yaitu, Banda Neira.

Sumber Foto : Google

Banda Neira atau Banda Naira adalah salah satu pulau di Kepulauan Banda. Luasnya sekitar 180 Km persegi.  Dan merupakan pusat administratif Kecamatam Banda, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku, Indonesia. Dan secara administratif, Banda Neira terbagi dalam 6 desa. Yaitu Dwiwarna, Kampung Baru, Merdeka, Nusantara, Rajawali, dan Tanah Rata.

Sumber Foto : Google

Fyi, kepulauan yang menjadi sebuah nama band indie di Indonesia ini menyimpan sejuta pesona yang sangat memukau. Bahkan berhasil menarik perhatian tokoh dunia seperti Mick Jagger, Sarah Ferguson, dan Putri Diana. Kepulauan yang kaya dan memiliki semuanya, mulai dari sejarah perjuangan bangsa indonesia, panorama alamnya yang indah tiada tara, hingga surga bawah lautnya yang sudah mendunia. Penasarankan apa aja yang bisa kamu temukan di Banda Neira ? Yuk pantengin terus!

Gunung Api Banda

Gunung Api Banda adalah sebuah gunung berapi, sekaligus sebuah pulau yang terletak di Laut Banda. Pulau ini adalah salah satu pulau di Kepulauan Banda. Gunung Api Banda memiliki ketinggian sekira 656 meter di atas permukaan laut dengan luas 734,46 ha. Tahun 1988 gunung ini sempat meletus dan telah merusak sebagian terumbu karang dan biota di Pulau Banda Besar.

Sumber Foto : Instagram @rahmadlarae24

Akan tetapi, menurut penelitian UNESCO, justru akibat letusan Gunung Api Banda tersebut ternyata menjadikan pertumbuhan terumbu karang di tempat ini paling cepat didunia. Petumbuhan terumbu karang di Pulau Banda Besar hanya membutuhkan waktu kurang dari 10 tahun sedangkan di tempat lain, petumbuhannya bisa mencapai puluhan tahun.

Benteng Belgica

Sumber Foto : Google

Benteng Belgica merupakan peninggalan bangsa Portugis yang dibangun pada abad ke 16. Dan menjadi salah satu daya tarik wisatawan dalam negeri maupun mancanegara. Fyi, benteng ini dulunya digunakan untuk menghalau perlawanan masyarakat Banda yang menentang monopoli perdagangan pala oleh VOC.

Sumber Foto : Google

Selain itu, benteng yang memiliki gaya bangunan persegi lima ini kalau dilihat dari udara ternyata mirip dengan Gedung Pentagon di Amerika Serikat. Itulah mengapa banyak yang menjuluki Benteng Belgica sebagai The Indonesian Pentagon

Spot Snorkling & Diving Terbaik

Sumber Foto : instagram @rahmadlarae24

Laut Banda merupakan laut terdalam di dunia, dan menjadi spot snorkling dan diving terbaik karena kekayaan bawah lautnya yang memukau. So, kamu tak perlu lagi meragukan keindahan panorama bawah laut Banda Neira. Nah, salah satu spot menyelam terbaik di Banda Neira ada di Lava Flow, karena dipenuhi dengan hamparan terumbu karang yang cantik nan menawan. Kamu juga bisa menyelam di spot lain, seperti di daerah dermaga Banda Neira. Tapi jangan pernah menginjak terumbu karang ya.

Pulau Hatta

Sumber Foto : Google

Pulau Hatta adalah salah satu Pulau digugusan Kepulauan Banda Neira, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku. Dan merupakan destinasi wisata yang banyak dikunjungi oleh wisatawan asing, karena Pulau Hatta memiliki pesona bawah laut yang luar biasa indah. Lautnya tergolong jernih dan masih sangat alami dengan tutupan terumbu karang yang rapat. Perjalanan dari Pulau Neira menuju Pulau Hatta dengan Perahu motor tempel dapat ditempuh sekitar 3 jam.

Perjalanan 3 Jam tersebut bukanlah sebuah perjalanan yang membosankan, karena selama perjalanan kita akan disuguhi dengan keindahan alam Banda Naira. perkebunan Pala, benteng-benteng diatas bukit, Istana Mini, Pemandangan Gunung Api tersugukan dengan api bak negeri dongeng.

Gereja Tua

Sumber Foto : Google

Gereja tua “Hollandische Kerk” adalah salah satu tujuan wisata yang sering diburu turis saat berlibur ke Banda Neira. Dibangun tahun 1600-an, gedung bersejarah ini memang telah lama menjadi kebanggaan masyarakat Banda Neira. Lokasi gereja ini terletak di sekitar benteng Nassau. Selama masa kolonial, gereja ini sempat memberi pelayanan rohani, yang kala itu dilaksanakan dalam bahasa Belanda pada setiap hari Minggu pagi dan dalam bahasa Melayu pada sore hari.

Rumah Budaya

Sumber Foto : Google

Selanjutnya, kamu bisa mampir sejenak di Rumah Budaya Banda Neira. Lokasinya berada tepat di depan Delfika Guest House. Di rumah ini, kamu akan menjumpai beragam catatan sejarah tentang Banda Neira pada masa penjajahan kala itu. Barang-barang peninggalan VOC juga dipajang di dalam rumah. So, kamu akan melihat beberapa jenis meriam dan lukisan yang menggambarkan situasi pada masa kolonial. .

Istana Mini

Sumber Foto : google

Kenapa disebut Istana Mini? Itu karena bentuk dari bangunan ini mirip istana negara di Jakarta. Tapi ukurannya lebih kecil. Fyi, bangunan ini dianggap sangat bersejarah dan mewakili wajah Banda Neira, Istana Mini pun sempat diusulkan menjadi Istana Kepresiden di wilayah Indonesia Timur.

Nah, itulah beberapa yang dapat kamu temui ketika berkunjung ke Banda Neira. Serpihan surga di timurnya Indonesia.  Ohiya, sebagai tambahan, kamu juga dapat singgah ke rumah pengasingan Bung Hatta sebelum pulang meninggalkan Banda Neira.

Wandhan Naira

BANDA NAIRA

Banda Naira, puing sejarah di Laut Banda

Hambarnya makanan, telah memaksa pribumi Benua Biru menulis sejarah mereka di atas bumi Banda Naira…..

Selama kurang lebih dua ribu tahun lalu keharuman buah pala ( myristica fragrant ) telah menembus banyak benua. Setelah melintas lautan dan melewati berbagai jalur perdagangan kuno buah pala berhasil mendapat tempat sebagai rempah primadona.. Keharuman dan berbagai khasiat yang terkandung dalam buah pala telah menjadi daya tarik tersendiri berbagai bangsa di dunia. Mereka mencari jalan untuk menemukan sumber rempah – rempah yang konon, itu terletak di belahan timur bumi.
Pala dan fuli ( bunga pala )  memiliki sejarah yang panjang dan fantastis. Daya tarik dari rempah tersebut bukan saja karena dibutuhkan manusia dalam berbagai kepentingan, tetapi mampu membawa perubahan besar dalam sejarah dunia.
Demi rempah – rempah  kekayaan datang dan pergi, kekuasaan dibangun untuk kemudian dihancurkan. Selama ribuan tahun, selera akan rempah – rempah terbentang disekujur planet bumi dalam proses mengubah dunia.

Sebelum orang – orang Eropa mengenal rempah – rempah dari dunia timur, orang – orang India, Arab, dan China sudah memanfaatkan rempah – rempah terutama pala dan cengkih untuk berbagai keperluan.

Mengutip sebuah manuskrip Yunani :
Theophrastus (372-288 BC), menyebutnya comacum untuk  menggambarkan pala (kacang-kacangan yang berbau harum), dan mengatakan tidak datang dari India, tetapi  dari Arabia. Jenis lain dari Myristica, malabarica, di Malabar utara, kadang untuk mencampurkan dengan pala (Myristica fragrans) asli dari Banda.
Pliny (ca AD 50) percaya pala datang dari Syiria, yang mungkin telah menjadi tempat pala diproses menjadi minyak.

Bahkan berbagai kisah, cerita sampai legenda yang di tuliskan oleh para penjelajah samudera selalu di kaitkan dengan kepulauan Banda sebagai pulau terapung yang kaya
Dan pulau itu , mulai tersohor seharum buah pala………………

Banda Naira, di ambil dari kata BANDA merujuk pada nama awal WANDAN. Pada awal abad pertama masehi, China telah mengenal Banda dengan sebutan Wen-Tan. Umumnya orang lokal menyebutnya dengan nama ANDANSARI. Kata Andansari sendiri merupakan plesetan dari kata WANDAN SARI merujuk kepada seorang wanita cantik yang menjadi dayang dari Prabu Brawijaya di kerajaan Majapahit.

Bondan Kejawan adalah putra ke 14 Prabu Brawijaya, raja Kerajaan Majapahit terakhir dengan seorang Putri Wandan Sari, seorang dayang yang biasa melayani permaisuri Prabu Brawijaya, Dewi Dwarawati (Putri Campa).

Ketika putri Wandan Sari ini melahirkan anak dari benih Prabu Brawijaya, bayi tersebut diberikan kepada Ki Buyut Masahar dengan pesan agar bayi tersebut dilenyapkan. Prabu Brawijaya berpesan demikian, karena menurut ramalan para ahli nujum anak ini kelak akan membawa keburukan bagi Kerajaan Majapahit. Akan tetapi anak ini justru dipelihara oleh Ki Buyut Masahar.

 

Sanggar Wandan Jaya Ramaikan Pameran Budaya

Marrin News, Langgur. ‐ Pelaksanaan Pameran Budaya dalam rangkaian Festival Pesona Meti Kei (FPMK) yang berlangsung mulai tanggala 15‐20 Oktober 2016 guna mengeksplorasi dan mempromosikan berbagai budaya dikepulauan kei diselenggarakan digedung serbaguna larvul ngabal.

Sanggar wandan Jaya yang pada Karnaval budaya telah mempersembahkan salah satu tarian adat yang masih terjaga nilai kesakralannya adalah tarian WANNAR yang berasl dari ohoi banda Ely, tarian wannar merupakan salah satu tarian adat dari ratusan tarian yang ada di Maluku tenggara diketahui masih memiliki nilai budaya yang terjaga oleh masyarakat wandan atau masyarakat banda ely mulai dari banda naira hingga di kepulauan kei.

Ketua Sanggar Wandan Jaya Ny Hidayah Salamun/B ketika di konirmasi media ini menjelaskan bahwa sanggar wandan jaya merupakan salah satu tarian tradisional leluhur mulai dari banda naira hingga saat ini.

“ kami masih tetap mewarisinya, untuk hajatan festifal pesona meti kei ini kami siap tampil untuk memperagakan tarian wannar serta kerajinan kerajinan tanggan yang juga merupakan hasil karya leluhur hingga kini sebagai generasi penerus kami masih terus melestarikan” Jelasnya

Lebih lanjut salamun mengatakan selain mengikuti Carnaval saat ini dirinya juga sementara membuka pameran di gedung serbaguna untuk menawarkan hasil hasil kerajinan tangan berupa suram, belangga , siley, topi serta kerajian tangan lainya yang di buat dari bahan bahan local untuk di promosikan.

Dirinya mengharapkan baik kepada masyarakat kota tual dan langgur dan terlebih khusus keluarga wandan agar mengunjungi stand pada pameran yang telah disiapkan guna melihat kerajinan kerajianan tangan yang dipromosikan

“saya menghimbau kepada warga kota tual dan malra pada umumnya dan keluarga wandan khususnya agar pada hari selasa tanggal 18 oktober ikut menyaksikan tarian wannar yang kami peragakan di gedung serba guna perumnas”tutupnya.(SS_FG)